[FF Oneshoot] Empty Room

Empty Room

Author          : deergalaxy0620

Twitter          : @DeerGalaxy0620

Genre           : Adventure, Mystery, Slice of Life

Cast             : Choi Ha Don a.k.a San Cheong ( JJCC )

                     Min Yoon Gi a.k.a Suga ( BTS )

Rating           : PG-15

Length          : Vignette

Disclaimer      : All the story is MINE!

Summary      : Ha Don belum pernah memasuki satu ruangan yang menjadi satu rahasia. Namun ternyata, sosoknya berubah menjadi orang yang membatu.

Choi Ha Don baru pindah rumah sekitar lima tahun yang lalu. Dia sendirian di rumah barunya. Tak ada yang menemaninya, bahkan dia tak ingin ditemani. Alasannya adalah karena ingin menjadi anak yang mandiri, bukan anak manja. Usianya juga 24 tahun, bukan empat tahun lagi. Dan dia masih berstatus mahasiswa Universitas Yonsei Jurusan Humaniora dan Seni. Beberapa bulan lagi dia akan lulus dan meraih gelar sarjana jurusan tersebut. Hidupnya juga layak seperti orang biasa. Makan, minum, menonton televisi, mengerjakan tugas kuliah, tidur dan lain-lain.

Semenjak Ha Don tinggal di rumah barunya, dia merasa rumah barunya tampak nyaman. Tak ada yang mengganggunya, bahkan anjing kesayangannya, yang bernama Monggu, itu juga tak pernah diganggu. Tak ada juga pencuri yang menyelinap masuk ke dalam rumah barunya. Meski tampak kecil, tetapi Ha Don menyukai inventor yang sangat lengkap di setiap ruangan. Tak pernah lupa lagi, sebelum pergi beraktivitas sebagai mahasiswa, dia mengunci rumahnya dan menitipkan anjing kesayangannya ke toko pemandian hewan untuk dimandikan. Alasannya adalah karena Ha Don tak mau menjadi orang yang menyulitkan, apalagi untuk memandikan anjing kesayangannya.

Namun, setelah lima tahun Ha Don tinggal di rumah barunya, dia tak menyadari ada sesuatu yang mengganjil di benaknya. Salah seorang sahabatnya, yakni Min Yoon Gi, mengatakan bahwa di rumahnya terdapat satu ruangan yang menjadi rahasia. Ha Don merasa tak percaya dan menganggap ini semua hal yang konyol. Tetapi sorotan mata Yoon Gi, yang bermata sipit itu, menyiratkan bahwa ini kenyataan. Ha Don pikir ini semua hanya kisah fiksi. Tetapi, ruang manakah yang menjadi satu rahasia baginya? Jawabannya tidak ada! Bahkan Ha Don telah memeriksa seluruh ruangannya setelah pulang dari kuliah.

“Ada-ada saja Yoon Gi ini,” begitulah perkataan Ha Don yang menimpal. Dia benar-benar sudah memeriksa seluruh ruangannya. Tetapi tidak ada yang menjadi rahasia baginya. Mungkin Yoon Gi sedang bermimpi.

Malam harinya, Ha Don hendak terbaring di ranjang tidurnya yang berukuran single size. Cukup nyaman karena kasurnya sangat empuk dan nyaman untuk membuatnya terhanyut dalam mimpi. Lima tahun tak pernah bosan untuk terbaring di ranjang yang empuk ini. Membuatnya juga tak pernah terpikir untuk membeli ranjang kembali. Berharap esok akan memiliki sejuta tenaga yang akan terkuras di kuliah nanti.

Saat dia hendak memejamkan matanya, tiba-tiba perkataan Yoon Gi kembali menghantuinya hingga Ha Don kembali membuka matanya. Dirinya terserang insomnia setelah teringat kembali perkataan Yoon Gi saat di universitas. Tanpa basa-basi, Ha Don segera keluar dari kamar tidur dan menemukan satu ruang yang tak pernah dia ketahui sebagai rahasia. Tetapi apa yang dikatakan Yoon Gi adalah omong kosong. Ha Don kembali tak menemukan sebuah ruang yang menjadi rahasia baginya.

Sudah jam 10 malam dan Ha Don mulai kelelahan. Dia segera berjalan menuju dapur untuk menghilangkan dahaganya, yakni minum air putih. Dia meraih gelas hitam polos berukuran sedang, lalu berjalan kembali menghampiri dispenser untuk mengambil air putih. Saat mengambil air putih, tiba-tiba terjadi sesuatu yang tak diduga Ha Don. Dia menemukan pintu disampingnya. Sebuah pintu yang tak pernah dia tahu selama lima tahun. Pintu tersebut terbuat dari kayu dan ukurannya sangat kecil.

Ha Don tertegun dengan meneguk air putih di gelasnya. Tak sengaja ia menjatuhkan gelas tersebut hingga tumpah berceceran di lantai. Selama lima tahun dia benar-benar tak melihat pintu itu. Yang dia tahu hanyalah dinding. Namun, entah siapa yang mengubah dinding menjadi pintu rahasia. Tangannya tergerak mendorong pelan pintu tanpa gagang itu. Tiba-tiba tampak cahaya yang menyilaukan mata Ha Don. Pria itu segera menghalangi cahaya yang menyilaukan itu dengan tangannya.

“Apakah ruangan ini yang diceritakan Yoon Gi?” tanya Ha Don dengan memandang isi ruangan tersebut. Hanya tangga saja. Setahu Ha Don, dia tak pernah memiliki rumah bertingkat. Hanya rumah sederhana saja, namun inventor di rumahnya tampak mewah. Dan kali ini Ha Don memercayai perkataan Yoon Gi. Satu ruangan yang menjadi rahasia baginya. Perlahan cahaya di ruangan memudar dan hanya kegelapan.

“Apakah aku harus memasuki ruangan tersebut?” Ha Don hendak melangkah pelan memasuki ruang tersebut. Menaiki beberapa anak tangga, sayangnya tangga tersebut berkelak-kelok. Ha Don merasa kesal karena dia tak pernah menaiki beberapa anak tangga yang berkelak-kelok itu. Tetapi rasa penasaranlah yang mendorongnya untuk terus melangkah tanpa memedulikan kakinya yang mulai kelelahan.

Harus berapa langkah lagi dia harus menaiki anak tangga? Ha Don mulai mendengus kesal. Bukan karena anak tangga, melainkan ranting pohon yang menjulang ke atas hingga rambutnya hampir tersangkut ke dahan. Surainya tampak sedikit berantakan akibat tersangkut dahan yang hampir menghalangi jalannya. Ha Don terus memandang lurus ke anak tangga itu hingga menaiki anak tangga terakhir.

Akhirnya, Ha Don telah tiba di lantai dua. Hanya ada sebuah pintu yang tertutup rapat. Untungnya pintu tersebut tak terkunci dan hanya terbuka sedikit. Ha Don segera membuka pintu tersebut dan dia terpaku di tempat. Pandangannya kini fokus pada isi ruangan yang menjadi rahasia baginya. Meski lampu menerangi ruangannya, namun Ha Don tetap mematung. Ekspresinya menjadi tak percaya dan dia menutupi mulutnya yang sedikit menganga.

Kosong! Ha Don segera melangkah masuk ke dalam ruangan yang kosong itu. Hanya ini? Ruangan kosong? Ingin rasanya Ha Don mulai tertawa keras. Dia pikir bahwa ruangan tersebut tampak berbahaya, seperti yang diceritakan Yoon Gi. Dan dia juga berpikir bahwa ruangan ini tampak bagaikan neraka karena ada bercak darah di dinding. Namun ternyata tidak. Ha Don mulai tertawa hingga tak sadar ada satu ruangan yang tak pernah dia ketahui kembali.

Ternyata ada lagi. Gerutu Ha Don dengan menggertakkan giginya. Dia pikir bahwa dibalik ruangan tersebut ada tangga menuju lantai tiga. Jangan lelucon! Ini waktunya Ha Don mulai penasaran dengan ruangan tersebut. Dia melangkah menghampiri ruangan tertutup itu. Tangannya tergerak meraih kenop pintu, lalu membuka pelan pintu itu. Dan kini ada yang lebih mengejutkan dari ruang kosong. Ha Don mulai mematung di tempat. Apa yang dia lihat kini menjadi sorotannya. Pasti para warga akan mengunjungi ruangan ini.

Min Yoon Gi? Mengapa pria itu berada disini? Duduk lemas di lantai, tubuhnya menyandar ke dinding. Ekspresinya tampak lesu dan tubuhnya tampak lemah. Wajah putih susunya tampak memucat. Dan surai rambutnya, yang berwarna hijau toska itu, tampak berantakan, seperti dia bangun tidur tanpa menyisir terlebih dahulu. Pakaiannya juga sama seperti dia berpakaian layaknya dia adalah orang kuliahan. Tampak kasual dengan sedikit sentuhan swag.

“Yoon… Yoon Gi?” Ha Don memanggil nama Yoon Gi dengan lirih. Pria bernama Min Yoon Gi itu, perlahan mendongak dan tatapannya tertuju kepada Ha Don. Mata sipitnya juga tampak sayu. Sepertinya dia mengantuk.

“Mengapa… mengapa… mengapa kamu… ada disini? Sejak kapan kamu…” Ha Don mulai ketakutan hingga dia terangah. Tubuhnya cukup bergemetaran dan dia terjatuh ke lantai. Yoon Gi mulai terkejut hingga dia bangkit. Pandangannya tetap mengunci kepada Ha Don, sahabat karibnya.

“Datanglah padaku dan aku akan menceritakan segalanya padamu,” ujar Yoon Gi tanpa memedulikan Ha Don yang ketakutan. Ekspresinya juga datar, bahkan suaranya menjadi parau. Ada yang salah dari Yoon Gi.

“Yoon Gi-ya,” Ha Don hendak kabur, tetapi Yoon Gi menahannya dengan tatapan yang sulit diartikan. Pria bersurai hijau toska itu akhirnya melangkah pelan, menghampiri Ha Don yang tak dapat bangkit kembali.

“Mengapa kamu tampak ketakutan? Apakah bagimu aku adalah hantu?” tanya Yoon Gi dengan menyunggingkan sedikit bibirnya. Ha Don enggan untuk menjawab, melainkan memundurkan tubuhnya. Tetapi Yoon Gi bersikukuh menenangkan Ha Don.

“Tenang saja, aku akan menceritakan segalanya padamu,” akhirnya, Ha Don terpaksa memercayai perkataan Yoon Gi yang terdengar serius. Perlahan pria itu bangkit, dengan dibantu Yoon Gi. Kini mereka kembali bertemu setelah mereka saling bertemu di universitas.

Tetapi kini, Ha Don terpikir bahwa karakter Yoon Gi sangat berbeda dengan seorang Min Yoon Gi, yang satu universitas dengan Ha Don. Yoon Gi yang dia lihat adalah seorang pria yang selalu bercerita mengenai sebuah misteri. Dapat dilihat dari manik matanya, Ha Don merasa yakin bahwa Yoon Gi memiliki rahasia dia tinggal di ruangan itu. Sebuah ruangan yang hanya terdapat kamar tidur, meja belajar, dan lemari pakaian. Selain itu, tidak ada lagi.

***

Ha Don dan Yoon Gi saling menyenderkan tubuh mereka di dinding, di ruang kosong yang menjadi rahasia yang belum terungkapkan. Tatapan mereka mengunci kepada langit gelap yang bertaburan bintang dan bulan. Mereka juga saling hening sebelum ada yang berbicara terlebih dahulu. Suasana kembali canggung, meskipun mereka saling menyelimuti hening.

Apa yang dibenak Ha Don, Yoon Gi memiliki kekuatan yang tak pernah dia ungkapkan kepada publik. Entah sejak kapan anak itu sudah berada di ruang kosong, tanpa sepengetahuan Ha Don. Dan tampaknya Yoon Gi juga memiliki karakter yang unik dan aneh. Dia bagaikan Do Min Joon, karakter drama You Who Came From the Stars. Seorang alien tampan yang memiliki sejuta kekuatan untuk melindungi wanita kesayangannya, yakni Cheon Song Yi. Tetapi ini beda dengan Yoon Gi.

“Mengapa kamu berada disini?” tanya Ha Don memecahkan suasana heningnya.

“Sudah kubilang ada satu ruangan yang tak kamu ketahui,” Ha Don mengernyitkan dahinya saat Yoon Gi menjawab dengan nada pelan pula.

“Kutanya padamu mengapa kamu berada disini?” kali ini Ha Don meninggikan nadanya. Yoon Gi malah terdiam dan hanya memandang bintang-bintang di langit. Tampak indah di matanya.

“Rumah yang kamu tempati saat ini,” jawab Yoon Gi, “itu milik kakekku yang telah meninggal dunia.” Lanjutnya tanpa memedulikan Ha Don yang mulai tertegun.

“Sebelum kamu menempati rumah ini, kakekku membeliku rumah ini sebagai hadiah ulang tahunku yang kelima belas tahun. Sayangnya, hadiah tersebut tak tercapai saat aku mendengar kakekku meninggal dunia. Rumah ini, yang seharusnya kakekku berikan padaku, telah dibatalkan sebelum beliau meninggal dunia. Dengan alasan adalah untuk membiayai kehidupanku yang terpuruk setelah orangtuaku meninggal dalam peristiwa kebakaran di rumah orang lain. Dan seluruh harta waris telah menjadi milikku. Jadi, aku juga tak jadi menempati rumah ini karena kakekku menginginkan uang untuk kehidupanku, bukan untuk membeli hadiah ulang tahunku.” Yoon Gi menjelaskan dan justru malah membuat Ha Don bingung.

“Sebelum kamu menempati rumah ini, akulah yang menempati ruang kosong ini. Masalah kamar mandi, aku telah menemukannya, tepat disamping kamar tidurmu. Kau tahu? Jika kamu hendak memindahkan rak buku yang menjulang ke atas, itulah kamar mandiku yang sebenarnya.”

“Bagaimana kamu masuk ke dalam kamar mandi tanpa sepengetahuan denganku? Bagaimana bisa kamu berada disini?”

“Aku memiliki kekuatan teleportasi,” jawab Yoon Gi dengan tersenyum kecil, “mungkin kamu tidak akan tahu dimana aku sekarang. Setiap kamu berada di rumah, aku tidak ada. Itu karena aku berada di ruang kosong itu. Di sana, aku tidak memiliki kegiatan apa-apa selain terbaring di ranjang.” Lanjutnya dengan memudarkan senyumnya. Ha Don masih tak mengerti perkataan Yoon Gi barusan.

“Untuk mencari makan sangat mudah karena aku memiliki kekuatan teleportasi. Tetapi, mereka semua menyangka bahwa aku berada disini sangat cepat.” Yoon Gi kembali melanjutkan perkataannya hingga Ha Don semakin tak mengerti.

“Rumah ini seharusnya milikku, bukan milikmu. Jika kamu hendak melangkah keluar dari rumah ini, aku turut bahagia karena sudah tidak menempati rumah ini.” Ha Do mulai tertegun dengan perkataan Yoon Gi barusan. Apakah dia hendak mengusirku? Tukas Ha Don dalam hati.

“Jika aku tak ingin pergi dari rumah ini, apa yang akan kamu lakukan?”

“Maka hidupmu tidak akan tenang setelah ini,”

“Apakah kamu juga seorang hantu?”

“Aku juga seorang hantu,” fakta lain mencengangkan Ha Don. Yoon Gi hampir membuatnya frustasi sekaligus kesal. Mengapa Yoon Gi tampak ambigu?

“Ha… hantu?”

“Sudah kubilang aku bisa teleportasi tanpa sepengetahuan denganku. Kamu sudah tahu, kan, siapa diriku?”

“Jangan buatku frustasi, Yoon Gi. Aku dapat melihatmu dengan jelas, bahkan hampir setiap hari kita selalu bersama. Jangan buatku tertawa, Yoon Gi,”

“Ini serius. Buat apa aku bohong?” tukas Yoon Gi dengan tegas, “orang lain tampak mengabaikanku, bahkan aku menyapa mereka saja mereka tampak melihat udara. Hanya kamu, mahasiswa jurusan humaniora dan seni, yang dapat melihatku dengan jelas. Hanya saja,” Yoon Gi menggantungkan perkataannya hingga Ha Don kembali frustasi, “jika kamu berhasil menemukan ruangan ini, maka aku akan menghilang.” Lanjutnya hingga hening kembali menyelimuti diantaranya. Namun Ha Don justru tertawa keras.

“Mengapa kamu selalu membohongiku, Yoon Gi? Lihatlah dirimu,” Ha Don hendak bangkit dari lantai dan berdiri menatap bola mata Yoon Gi yang tampak sayu itu, “kamu sungguh nyata. Aku dapat melihatmu, bahkan berbicara denganmu saja aku bisa. Dan lihatlah juga, bahkan kita saling bertemu di ruang kosong ini.”

“Semua perkataanmu sungguh omong kosong, Choi Ha Don,” timpal Yoon Gi, “kamu akan dikatakan gila jika kamu berbicara dengan batu, bahkan berbicara kepada udara. Tidak ada yang nyata dariku,”

“Min Yoon Gi,”

“Aku akan pergi dari sini karena kamu telah menemukanmu. Terima kasih karena telah menjadi sahabat yang baik untukku. Aku akan tenang disana,”

Dan tiba-tiba Yoon Gi menghilang dari pandangan Ha Don. Hanya dia sendiri di ruang kosong. Dan Yoon Gi benar-benar tidak ada. Ha Don merasa tak percaya. Selama lima tahun berturut-turut, ia dapat bertemu dengan Yoon Gi secara nyata. Bahkan mereka juga saling berbicara satu sama lain. Tidak ada yang mustahil dari Yoon Gi. Semuanya sangat nyata di mata Ha Don. Tidak ada yang kurang dari Yoon Gi.

Akan tetapi, semuanya tampak mustahil. Apa yang dilihat Ha Don sebenarnya, dia melihat abu yang beterbangan di udara. Abu yang hendak menuju surga. Disana, dia pasti bahagia. Begitulah pikir Ha Don. Tetapi dirinya sedang tidak membaik setelah dirinya tampak melihat hantu. Sekarang, apa yang dia lihat tentang Yoon Gi, bukanlah dia yang sebenarnya. Yoon Gi yang sebenarnya telah pergi menuju surga.

“Aku benar-benar tak memercayaimu, Yoon Gi-ya,” gumam Ha Don dengan terduduk lemas ke lantai kayu. Min Yoon Gi yang sekarang telah tiada. Benar-benar telah tiada.

***

Kehidupan Ha Don di rumah barunya, kini semakin berubah setelah mengetahui fakta dari Yoon Gi. Tampak seperti orang kehilangan barang berharga dan lesu. Ha Don terpikir bahwa menempati rumah ini akan menjadi anak yang mandiri, seperti yang dikatakan orang tuanya. Dia juga terpikir bahwa rumah ini tampak baik-baik saja, bahkan Ha Don dapat menjalani kehidupan layak orang normal.  Jika semuanya tak akan terjadi, Ha Don dapat hidup tenang di rumah barunya.

Saat Ha Don hendak berangkat menuju kampusnya, kepalanya terantuk oleh benda yang ringan, kemudian benda tersebut jatuh ke lantai. Ha Don enggan meringis karena benda itu tidak menyakiti. Pandangannya tertuju kepada benda yang telah mengenai kepalanya, yakni koran harian. Sayang sekali, koran tersebut tampak usang dan kucel, terlihat seperti koran yang tak terpakai. Mengapa koran itu ada di rumah Ha Don? Padahal pria itu tak pernah sekali membaca koran. Dia benci tulisan berkalimat panjang.

Ha Don menangkap suatu topik yang menarik baginya. Perlahan dia meraih koran dari lantai, kemudian membaca berita utama. Ini sudah lima tahun berita ini dirilis melalui koran, akan tetapi judul topik tersebut cukup menarik hingga Ha Don terpaksa untuk memelekkan matanEmpty Roomya. Mata lebarnya kembali menangkap seorang pria yang terpampang di koran harian. Bibirnya bergumam membaca judul topik. Dan seketika tubuhnya menegang dan tangannya tak sengaja menjatuhkan koran tersebut ke lantai.

Pria Berinisial YG Ini Ditemukan Tewas Bunuh Diri di Rumah Kosongnya

Min Yoon Gi? Sejak kapan dia meninggal dunia? Ha Don segera meraih kembali koran yang dia jatuhkan, kemudian membaca isi berita dengan serius. Cukup panjang dan dia mengerti isi berita tersebut. Perlahan Ha Don merendahkan tangannya, kemudian kembali menjatuhkan koran dari tangannya. Tubuhnya seketika bergemetaran.

“Bukankah dia… dia pernah berkata bahwa… dia tak jadi menempati rumah ini karena kakeknya tak mampu membiayai rumah ini? Jika memang itu benar, mengapa di dalam berita ini,” Ha Don seketika melirik koran yang tampak usang dan kucel itu, “dia mengungkapkan bahwa dia menempati rumah ini tiga hari setelah kakeknya meninggal dunia?” tanyanya lagi sembari mengunci pandangannya, tertuju kepada koran bekas.

“Sebenarnya… manakah pernyataan yang benar?” lagi-lagi Ha Don bertanya dengan mengernyitkan dahinya, “mengapa aku kembali merasa bingung dengan ini?” Ha Don merasakan sakit di kepala karena terlalu banyak berpikir.

“Apakah mungkin… dia menempati rumah ini untuk bunuh diri?” meskipun pria itu kembali bertanya-tanya, akan tetapi dia sudah cukup nyaman dengan rumah tersebut. Rasa penasaran terhadap kematian Yoon Gi masih menjadi misteri. Namun, Yoon Gi telah mengatakan kepada Ha Don saat mereka bertemu untuk terakhir kalinya, yakni di sebuah ruang kosong yang tak pernah ada di rumah baru Ha Don.

Sebelum kamu menempati rumah ini, akulah yang menempati ruang kosong ini. Akan tetapi, lagi-lagi Ha Don belum menemukan alasan Yoon Gi menempati rumah barunya ini. Sejenak ia berpikir apakah benar Yoon Gi tewas bunuh diri di rumah ini. Tak mungkin karena mungkin rumah ini masih terlihat baik. Jejak darah di seluruh rumah saja tak ada.

Seketika bulu kuduk Ha Don berkedik saat merasakan sayup-sayup angin meniupnya. Ada seseorang yang berjalan dari belakangnya. Ha Don tak ingin membalikkan tubuhnya segera. Tiba-tiba, orang tersebut menyebut nama Ha Don dengan suara yang cukup mengerikan. Apakah mungkin… Yoon Gi tewas di rumah ini? Pikir Ha Don dengan dahi penuh dengan peluh. Perlahan-lahan, pria itu membalikkan tubuhnya dan seketika ia terkejut.

“Min Yoon Gi!” teriak Ha Don sebelum sosok itu menghantam tubuh Ha Don, kemudian jatuh tewas dengan darah mengalir dari mulutnya. Tubuhnya perlahan ditarik sosok pria yang ternyata adalah hantu nyata. Entah mau dia bawa kemana tubuh Ha Don yang tak berdaya itu, namun lelaki berkulit putih itu merebahkan tubuh Ha Don di atas meja panjang.

Lebih mengejutkannya lagi adalah mereka bukan berada di dalam ruangan, melainkan sebuah ruang yang kosong dan angker. Sosok hantu tersebut bernama Min Yoon Gi. Pria itu menatap wajah Ha Don yang kini penuh lebam dan berlumuran darah. Jemarinya perlahan menyentuh wajah sahabatnya, kemudian menurunkannya kembali.

“Sudah kukatakan kepadamu, Ha Don-ah,” ucap Yoon Gi, “hidupmu tidak akan tenang jika kamu tidak segera keluar dari rumah ini. Dan inilah akhir hidupmu.” Lanjutnya sebelum petir menghantam tanah dan lambat-laun suara petir tersebut menggelegar, menghanguskan seluruh isi rumah kosong yang kini menjadi tanah. Entah kemana sosok Yoon Gi beserta tubuh Ha Don yang kian menghilang. Mungkin mereka sudah berada di tempat yang merupakan neraka. Hidup disana yang penuh perhitungan dan cobaan yang panjang.

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s