Beautiful Rain (Pict Fict for Tia @aini_listia)

Beautiful Rain

ryeong12_ID | Slice of Life | Byun Baek Hyun | G | Drabble menuju Ficlet (689 words) | Baek Hyun tengah menikmati hujan turun deras.

Siang hari yang cerah…

Byun Baek Hyun. Pria berkulit putih biasa itu keluar dari rumahnya dengan mengenakan pakaian serba hitam. Kedua matanya tengah mengunci ke arah awan yang mulai menghitam. Sebentar lagi hujan akan turun. Batinnya dengan mengembangkan senyum cerahnya, secerah matahari yang selalu menyinari dunia. Dirinya tidak membutuhkan payung. Dan dia berharap hujan akan menjadi teman baik seorang Byun Baek Hyun.

Perlahan-lahan, hujan gerimis mengundang. Dan dia sudah tidak sabar lagi untuk bermain hujan. Kedua kakinya tergerak melangkah keluar dari teras rumah dan tubuhnya terkena sedikit basah akibat hujan. Meskipun hujan gerimis, tidak masalah baginya untuk basah, asalkan hujan harus turun agar menjadi teman baik untuknya.

“Mengapa hujan gerimis mengundang, namun tidak sederas salju,” di tengah-tengah Baek Hyun berjalan pelan dengan mendongakkan kepalanya mengarah kepada awan hitam yang telah mengundang hujan gerimis.

“tolonglah, aku ingin hujan deras hari ini. Bisakah awan menurunkan hujan deras untuk hari ini?” untuk kali ini, Baek Hyun terus berdoa agar hujan segera turun deras. Sembari berjalan melewati beberapa rumah, kini satu tangannya tergerak menengadah untuk merasakan rintik-rintik hujan.

“Jika engkau tidak menurunkan hujan deras untukku, aku tidak akan mendapatkan air bersih untuk kehidupanku di rumah. Kau tahu bahwa aku ingin sekali menjadi teman baik untuk hujan. Jadi,” sebelum Baek Hyun kembali mencerocos, terlebih dahulu ia menurunkan satu tangannya. “aku ingin hujan turun deras.”

Dan doanya telah terkabulkan. Akhirnya, hujan telah turun deras. Pria bermarga Byun itu merasa bahagia. Dia melebarkan kedua tangannya, menutup kedua mata, dan hendak berlari mengelilingi di sekitar rumah orang lain. Dalam hatinya, ia berteriak penuh bersyukur.

Sekujur tubuhnya telah basah akibat hujan deras. Tidak peduli jika Baek Hyun sakit demam, demi menjadi teman baik untuk hujan. Dan dia bersorak gembira dengan sendirian, seperti orang gila yang tengah berbahagia setelah memandang teman-temannya ikut gila.

“Terima kasih karena engkau telah menurunkan hujan deras untukku. Aku akan menjadi teman baik untuknya,” Baek Hyun benar-benar terlalu bahagia. Wajahnya yang putih dengan sedikit basah selalu memancarkan senyumannya. Melompat-lompat dengan kegirangan yang terlalu berlebihan.

Semua orang menyaksikan Baek Hyun yang tengah kegirangan akibat turun hujan. Mereka beranggapan pria bertubuh tinggi itu gila dan seperti anak kecil. Namun, Baek Hyun tidak peduli. Apa yang dilakukannya adalah hak dirinya untuk bermain hujan. Biarkanlah orang lain berbincang-bincang, bahkan berbisik-bisik dengan sedikit aneh.

Tiba-tiba…

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Cut! Cut! Oke, silakan ganti bajumu! Kita akan pindah lokasi menuju rumahmu.” ternyata semuanya hanyalah syuting. Baek Hyun mulai mengeluh kesal akibat sekujur tubuhnya basah. Dia mulai menggigil. Di depan matanya, terdapat lima buah mobil pemadam kebakaran yang tengah membereskan slang mereka masing-masing. Dalam hati, Baek Hyun merutuk kesal.

Beberapa penata rias mulai membawa Baek Hyun ke ruang ganti untuk mengganti kostum. Akan tetapi, pria itu tiada hentinya untuk menggerutu sekaligus mencerocos. Bagaimana tidak jika adegan ini selalu diulang sebanyak 10 kali. Dan Baek Hyun harus gonta-ganti kostum favoritnya karena kesalahan.

Meskipun berhasil melakukan adegan di tengah hujan, namun Baek Hyun tetap saja merasa kesal. Tubuhnya tidak berhenti menggigil. Sang penata kostum segera membawa handuk tebal untuk pria bermarga Byun itu sembari meminta maaf. Karena di dalam skenario terdapat adegan di tengah hujan, dengan terpaksa Baek Hyun harus melakukan adegan tersebut. Meskipun cuaca di Kota Seoul sangat cerah tanpa turun hujan, sutradara tetap menginginkan adegan hujan dengan memanggil lima buah mobil pemadam kebakaran untuk menyirami seluruh lokasi syuting.

“Tolong jangan ada adegan di tengah hujan lagi! Aku sudah merasa bosan dan jenuh karena hujan tidak turun!” inilah akhir pembicaraan Baek Hyun dengan meluapkan rasa kesal sekaligus gerutunya. Kepada sang sutradara film.

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s